twitter
rss


A. DEFINISI
Cedera kepala adalah suatu gangguan traumatik dari fungsi otak yang disertai atau tanpa disertai perdarahan interstitiel dalam substansi otak tanpa diikuti terputusnya kontinuitas otak.
Cedera kepala terbuka berarti kulit mengalami laserasi sampai pada merusak tulang tengkorak, sedangkan pada cedera kepala tertutup dapat disamakan dengan gegar otak ringan dengan disertai edema serebral.
Kup dan kontra kup menggambarkan lokasi kerusakan internal otak sebagai akibat dari proses benturan. Kontra kup adalah kerusakan yang terjadi berlawanan dengan daerah benturan. Ini merupakan akibat dari daya atau kekuatan benturan yang berjalan sepanjang jaringan otak dan karenanya berat ringannya tergantung dari kekuatan benturan tersebut.

Berdasarkan GCS (Glasgow Coma Scale), cedera kepala digolongkan kedalam :
  1. Cedera kepala ringan :
    Jika GCS antara 13-15, dapat terjadi kehilangan kesadaran kurang dari 30 menit tetapi ada yang menyebut kurang dari 2 jam, jika ada penyerta seperti fraktur tengkorak, kontosio atau hematum (sekitar 55 %).
  2. Cedera kepala sedang :
    Jika GSC antara 9-12, hilang kesadaran atau amnesia antara 30 menit – 24 jam, dapat mengalami fraktur tengkorak, disorientasi ringan (bingung)
  3. Cedera kepala berat :
    Jika GCS antara 3-8, hilang kesadaran lebih dari 24 jam, juga meliputi kontosio serebral, laserasi atau adanya hematum atau edema.

B. MANIFESTASI CEDERA

  1. Fraktur Tengkorak
                    Susunan tulang tengkorak dan lapisan kulit kepala membantu menghilangkan tenaga benturan kepala sehingga sedikit kekuatan yang ditransmisikan kedalam jaringan otak.
                    Ada dua bentuk umum dari fraktur yaitu fraktur garis (linear) umum terjadi disebabkan oleh pemberian kekuatan yang amat berlebih terhadap luas area tengkorak tertentu dan fraktur tengkorak seperti bagian tulang frontal / temporal.
  2. Gegar otak
    merupakan sinfrom yang melibatkan bentuk cedera otak ringan yang menyebar. Gangguan neurologis sementara dan dapat pulih tenpa ada kehilangan kesadaran. Mungkin mengalami disorientasi ringan, pusing, gangguan memori sementara, kurang konsentrasi, mungkin juga mengalami amnesia retrogate.
  3. Kontosio
    Menggambarkan area otak yang mengalami memar. Memar umumnya pada permukaan yang disertai dengan hemoragik kecil-kecil pada substansi otak. Gejala bervariasi tergantug lokasi dan derajat. Dapat menimbulkan edema serebral 2-3 hari post trauma. Akibatnya dapat menimbulkan peningkatan TIK (tekanan intra kranial) dan meningkatkan mortalitas (45%)
  4. Hematum Epidural
    perdarahan yang terjadi pada ruang epidural yaitu antara tulang tengkorak dan lapisan durameter. Ini terjadi karena adanya robekan cabang kecil arteri meningeal media / meningeal frontal
  5. Hematum Subdural
    perdarahan yang terjadi pada ruang subdural antara lapisan durameter dan lapisan arachnoid, terjadi sebagai akibat robekan vena yang ditemukan pada ruang ini
  6. Hematum Subarachnoid
    Perdarahan yang terjadi pada ruang arachnoid yaitu antara lapisan arachnoid dengan piameter. Seringkali terjadi karena adanya vena yang ada di daerah tersebut.
  7. Hematum Intracerebral
    penggumpalan darah 25 ml atau lebih pada parenkim otak. Penyebabnya seringkali karena adanya infresi fraktur, gerakan akselerasi dan deselerasi yang tiba-tiba.

    C. POTENSI KOMPLIKASI
    ada beberapa komplikasi yang dapat terjadi setelah cedera kepala :
    1. Kejang
    2. Bocornya cairan serebrospinal
    3. Hipertermia
    4. Masalah Mobilisasi
    5. Infeksi
    6. Hipovolemik

D. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
beberapa jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain : CT scan, foto tengkorak, MRI, AGD (Analisa Gas Darah) untuk mengetahui adanya masalah ventilasi atau oksigenasi yang akan dapat meningkatkan TIK. Kadar kimia/elektrolit darah : mengetahui ketidakseimbangan yang berperan dalam meningkatkan TIK.