twitter
rss


Pengertian Safety Sign  
Safety sign adalah media visual berupa gambar untuk ditempatkan di area kerja yang memuat pesan-pesan agar karyawan memperhatikan aspek Keselamatan kerja.

Manfaat Safety Sign :
  • Menarik perhatian terhadap adanya keselamatan dan kesehatan kerja
  • Menunjukkan adanya potensi bahaya yang mungkin tidak terlihat
  • Menyediakan informasi umum dan memberikan pengarahan.
  • Mengingatkan para karyawan untuk menggunakan peralatan perlindungan diri
  • Mengindikasikan di mana peralatan darurat keselamatan berada.
  • Memberikan peringatan waspada terhadap beberapa tindakan yang atau perilaku yang tidak diperbolehkan
Cara mendesain safety sign dengan benar
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat safety sign adalah :
1.  Kenali potensi bahaya atau informasi yang akan disampaikan melalui safety sign yang akan dibuat.
2.    Pastikan standar yang akan digunakan untuk membuat safety sign, apakah ANSI, BSI, ISO, atau yang lainnya.
3.    Cari gambar pictogram yang sesuai dengan bahaya atau informasi yang akan disampaikan.
4.  Tentukan jarak baca aman minimum untuk menentukan tinggi huruf yang akan digunakan. Setelah tinggi huruf diketahui maka ukuran safety sign bisa ditentukan.
5.    Buat Sign sesuai dengan data-data yang sudah diperoleh diatas.

Penggunaan Warna Safety Sign
Biru : Perintah melaksanakan sesuatu, atau kewajiban menggunakan sesuatu misal memakai Alat Pelindung Diri di area kerja (kontrasnya warna biru adalah putih).
Merah : Berarti Larangan Melakukan sesuatu, misalnya menyalakan api di area penimbunan bahan bakar. Tetapi khusus untuk Pencegahan Kebakaran, baik berupa petunjuk, perintah, peringatan maupun larangan, tetap dipakai warna merah (kontrasnya warna merah adalah putih).
Kuning : Berarti Peringatan untuk berhati-hati dan waspada terhadap risiko bahaya (kontrasnya warna kuning adalah hitam).
Hijau : Berhati keadaan Aman, misalnya untuk petunjuk arah/ jalan, pintu darurat, P3K, daerah bebas rokok dan sebagainya.

Jarak baca aman minimum dan tinggi huruf safety sign
Dalam memasang safety sign di area kerja, selain harus memperhatikan warna, jenis pictogram, dan jenis huruf yang digunakan, ada hal lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan, yaitu keterbacaan safety sign. Alangkah sia-sianya jika kita sudah membuat safety sign sesuai dengan standar yang berlaku tapi tidak dapat terbaca dengan baik.
 Keterbacaan safety sign berhubungan dengan dua hal, yaitu : jarak baca aman minimum dan tinggi huruf yang digunakan. Jarak baca aman minimum adalah jarak terdekat yang memungkinkan seseorang membaca peringatan yang terdapat pada safety sign dan masih punya waktu untuk menghindari bahaya tersebut. Sedangkan untuk tinggi huruf yang digunakan, karena huruf memakai besaran point, maka harus dilakukan konversi dari point ke mm, dimana diperoleh bahwa : 1 mm = 3.9 point.
Untuk tabel yang menunjukkan hubungan antara jarak baca aman minimum dengan tinggi dan ukuran huruf yang digunakan pada safety sign bisa dilihat disini :http://www.safetysign.co.id/page.php?FAQ#two

 Pemilihan Header untuk Safety Sign dengan Standar ANSI
    Safety sign yang  menggunakan standar ANSI wajib menggunakan header untuk menentukan tingkat bahaya atau jenis informasi yang akan disampaikan pada safety sign tersebut. Header yang digunakan dalam sign ANSI ada lima jenis, yaitu : Danger, Warning, Caution, Notice dan Safety First. Masing-masing header menggunakan warna yang berbeda, yaitu : danger – background merah ; tulisan putih, warning – background orange ; tulisan hitam, caution – background kuning;tulisan hitam, notice – background biru ; tulisan putih, dan safety first – background hijau;tulisan putih.    Untuk bahaya yang mengancam property perusahaan, digunakan header caution tanpa tanda seru.

Kapan Sebaiknya kita menggunakan Sign Bilingual
Ini adalah pertanyaan yang sering ditanyakan, Meskipun tidak ada jawaban pasti untuk pertanyaan ini, kami menganjurkan untuk menggunakan sign bilingual jika perusahaan anda memakai jasa tenaga kerja asing, hal ini dimaksudkan agar semua karyawan atau staff baik pribumi maupun asing lebih memahami maksud dari safety sign yang anda buat.

link :       http://www.safetysign.co.id 
              http://qhseconbloc.wordpress.com


Stres diketahui bisa berdampak terhadap tubuh. Tapi jika stres yang dialami cenderung parah maka kondisi ini bisa memicu timbulnya reaksi alergi dari dalam tubuh.

Hampir sebagian besar orang tahu bahwa stres bisa mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, tapi ternyata stres emosional dan mental bisa bernar-benar berdampak terhadap reaksi fisik termasuk alergi.

Beberapa penelitian sudah berusaha mencari tahu mengapa stres dapat memicu reaksi alergi, hasilnya diperkirakan sel mast sebagai pelaku dari kondisi yang timbul.

Ketika alergi, sel mast turut berpengaruh setelah antibodi immunoglobulin E bergabung dan memicu keluarnya zat defensif seperti antihistamin terhadap rangsangan dari alergen (pemicu alergi) seperti protein makanan dan serbuk sari.

Dalam Journal of Heuroimmunology tahun 2004 diketahui ketika seseorang stres, suatu immunoglobulin menyebabkan sel mast melepaskan histamin dan zat-zat lain yang dapat menciptakan alergi, seperti dikutip dari Livestrong, Kamis (3/11/2011).

Para peneliti dari Ohio State University telah menemukan stres dapat meningkatkan keparahan alergi yang ada. Tidak hanya reaksi kulit yang lebih besar tapi memicu reaksi lainnya yang lebih parah sehingga sulit untuk diobati.

Reaksi alergi yang paling sering dialami adalah gatal-gatal pada kulit yang kadang bisa membuat orang tersebut menjadi frustasi dalam mengetahui penyebabnya. Padahal University of Maruland Medical Center mencatat gatal-gatal ini bisa jadi sebagai respons dari stres itu sendiri.

Selain bisa memicu dan memperburuk reaksi alergi yang sudah ada, stres juga dapat memperburuk asma seperti berkontribusi dalam meningkatkan serangan asma.

Untuk itu jika gatal-gatal yang muncul di kulit tak juga diketahui penyebabnya atau reaksi alergi yang semakin parah, kemungkinan hal ini disebabkan oleh stres yang dialami. Salah satu cara mencegahnya adalah mencaritahu cara mengelola stres dengan baik.

Saat stres, cemas atau depresi kadang orang melampiaskannya pada makanan, tapi sebaiknya jangan asal pilih makanan, karena bisa jadi makanan tersebut justru memperburuk kondisi yang ada.

Makanan tertentu seperti cokelat atau es krim diketahui bisa mengurangi stres. Tapi ada pula makanan yang justru bisa memperburuk stres sehingga harus dihindari.

Untuk itu ketahui makanan yang bisa membuat atau memperburuk stres, cemas dan depresi, seperti dikutip dari thedailymind.com, Kamis (22/9/2011) yaitu:

1. Kopi
Hubungan ini biasanya datang dari gula dan kafein yang ada di kopi. Umumnya setelah minum kopi orang akan menjadi lebih waspada tanpa mengetahui terlebih dahulu apa penyebab dirinya stres, sehingga jika efek tersebut hilang maka perasaan stres atau cemas akan datang lagi dan mungkin bisa lebih buruk.

2. Daging
Dulu banyak orang Timur yang berpikir, depresi setelah makan daging dikarenakan adanya rasa bersalah dalam diri karena telah membunuh binatang. Tapi para ilmuwan modern bisa menjelaskan alasan yang lebih ilmiah. Konsumsi daging bisa menyebabkan kerusakan pada kadar insulin serta beberapa sistem lainnya di dalam tubuh.

3. Alkohol
Alkohol bisa mengubah zat kimia di otak yang membuat seseorang menjadi lebih depresi dalam jangka waktu panjang. Kondisi ini membuat seseorang minum lebih banyak dari yang seharusnya karena sulit baginya untuk merasa lebih baik.
Serta yang menyedihkan adalah buat orang yang sebenarnya hanya sedikit stres atau depresi, justru akan menjadi lebih tertekan dibanding sebelumnya setelah mengonsumsi alkohol.

4. Makanan cepat saji
Studi terkini yang dimuat dalam The British Journal of Psychiatry menyebutkan bahwa makan junk food atau cepat saji akan membuat seseorang depresi atau memperburuk kondisinya dibanding dengan orang yang menghindari makanan tersebut.

Hal terbaik yang bisa dilakukan saat sedang stres adalah mengonsumsi buah-buahan, sayuran, susu dan bahan-bahan alami lainnya yang bisa membuat seseorang menjadi lebih baik, serta hindari makanan yang diproses dan penuh lemak, garam.